Berikut 7 Wabah Mematikan di Dunia Selain Virus COVID-19 - Sebelahblog

Berikut 7 Wabah Mematikan di Dunia Selain Virus COVID-19

Berikut 7 Wabah Mematikan di Dunia Selain Virus COVID-19

SebelahBlog - Virus corona (COVID-19) sampai saat ini memang masih menjadi wabah yang menakutkan bagi semua orang diseluruh dunia. Selain sudah banyak memakan korban virus yang berasal dari negri bambu ini dikabarkan sudah menelan hingga 378.287 positif terinfeksi dan di antaranya 16.497 meninggal dunia.

COVID-19 juga sudah sampai menyebar luas hingga ke indonesia yang mengakibatkan pemerintah kita mengambil keputusan untuk lockdown berbagai aktivitas, tempat ibadah, tempat wisata, mall, sekolah, dll. Hal itu dilakukan tentu saja untuk mencegah percepatan penyebaran virus corona di indonesia.

Dibalik pandemi mematikan ini, tahukah kamu? sebelumnya telah banyak terjadi wabah virus yang mematikan di beberapa bagian dunia. Apasaja virus tersebut? Berikut 7 Virus Mematikan di Dunia Selain COVID-19.

1. Virus Ebola

Ebola pertama kali muncul pada tahun 1976 di Sudan Selatan dan Republik Demokrasi Kongo di sebuah desa dekat desa Ebola, yang kemudian menjadi nama penyakit tersebut. Hingga pada bulan Maret 2014 sampai Januari 2016 menyebar ke Afrika barat dan menjadi wabah terbesar sejak pertama kali ditemukan.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terjadi 13.567 kasus dan diantaranya 4.922 kematian. Virus ini semakin sulit untuk dibasmi karena masyarakat dibagian afrika menaruh rasa curiga kepada pemerintah dan rumah sakit. Mereka percaya wabah ini adalah ulah pemerintah dan meminta rumah sakit bertanggung jawab atas kejadian ini.

Adapun ciri-ciri kemunculan virus ini diantaranya demam mendadak, keletihan yang berlebih, nyeri otot, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Virus ini menular melalui kontak langsung dengan darah, organ atau cairan tubuh dari manusia maupun hewan yang telah terinfeksi.

2. Black Death (Maut Hitam)

Black Death adalah pandemi mematikan yang melanda Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-14. Namun ada beberapa spekulasi maupun teori yang membahas tentang wabah ini, teori yang pertama kali muncul adalah wabah maut hitam ini berasal dari daratan stepa di Asia tengah dan dari daerah ini menyebar ke Eropa yang dibawa oleh tentara maupun pedagang Mongol.

Kasus kematian dari wabah Black Death ini telah merenggut hampir seluruh orang di Eropa dan jika termasuk daerah Timur Tengah, India, dan Tiongkok, wabah ini merenggut hingga 75 juta nyawa pada tahun 1347-1351. Wabah ini sangat menimbulkan dampak yang drastis terhadap penduduk Eropa. Karena hingga abad ke 19, 50% korban anak-anak meninggal sebelum usia lima tahun.

Ada tiga cara penularan wabah ini yaitu dari kutu yang terinfeksi melalui kontak langsung dengan hewan pengerat diantaranya tikus dan marmut yang terinfeksi wabah ini. Wabah ini juga dapat tertular melalui gigitan serangga atau hewan pengerat lainnya.

3. Human Immunodeficiency Virus (HIV)

HIV pertama kali ditemukan oleh Jean Claude Chermann dan Françoise Barré-Sinoussi pada tahun 1983 di prancis, yang awalnya disebut ALV (Iymphadenopathy-associated virus). Kemudian pada tahun 1984 Peneliti asal Amerika Serikat Roberto Gallo meneliti penyebab AIDS yang disebut HTLV-III dan pada tahun 1986 istilah HIV atau HIV-1 mulai digunakan untuk menyebut virus tersebut.

Sejak munculnya virus ini hingga saat ini jumlah korban yang ditimbulkan sebanyak 75 juta lebih orang terinveksi positif HIV 32 juta lebih dinyatakan meninggal akibat virus ini. Obat dari virus ini antiviral (ARV) telah ditemukan, namun hanya memungkinkan korban untuk bertahan hidup lebih lama, dalam artian tidak menyembuhkan total.

Cara penularan virus ini juga beragam mulai dari hubungan sex, cairan tubuh, darah korban yang terinfeksi HIV dan bayi yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi HIV. Namun berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 70-80% penularan HIV dilakukan melalui hubungan seksual.

4. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV)

Virus ini berasal dari negara asal munculnya Coronavirus (COVID-19) yaitu Guangdong, China selatan pada tahun 2002. Kelelawar juga disebut-sebut sebagai pembawa wabah virus ini kemudian menularkannya ke mamalia musang, kemudian manusia. Kemudian virus ini telah menginfeksi lebih dari 8 ribu orang dan 770 diantaranya meninggal dalam kurun waktu 2 tahun.

Cara penularan virus ini mirip dengan COVID-19 yaitu ditularkan melalui hubungan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, atau melalui bersin dan batuk juga dianggap sebagai cara penularan virus ini. Sementara gejala yang ditimbulkan virus ini tidak berbeda jauh dari COVID-19, diantaranya demam tinggi, batuk kering, sakit tenggorokan, sesak napas, sakit kepala, pegal-pegal, kehilangan nafsu makan, diare, kebingungan dan muncul ruam.

5. Rabies

Rabies (Anjing Gila) adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus rabies (RABV) teradap saraf mamalia, tidak terkecuali manusia. Belum diketahui pasti kapan wabah ini muncul, namun menurut catatan Mesopotamia yang ditulis 4000 tahun menggambarkan karakteristik penyakit yang menyerupai wabah ini, yaitu mengenai perilaku anjing yang tiba-tiba menjadi buas.

Dicatat wabah ini memakan korban kematian hingga 50 ribu per tahunnya melalui gigitan dan cakaran hewan penular rabies seperti karnivora, kelelawar, dan primata. Gejala yang diakibatkan virus ini diantaranya gangguan saraf, kejangm hidrofobia dan awal munculnya pada 2-3 bulan (manusia), 6 bulan (hewan).

Akibat dari wabah virus ini hampir selalu berakhir dengan kematian apabila tanda-tanda klinis telah muncul. Beruntung sekarang penyakit ini dapat disembuhkan dengan memberikan vaksin dan imunoglobulin rabies, sehingga segera periksakan hewan peliharaan kamu ke dokter hewan.

6. Polio atau Poliomielitis

Polio atau Poliomielitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh poliovirus. Sejarah awal munculnya penyakit Poliomielitis ini diakui dan ditemukan oleh Michael Underwood pada tahun 1789 dan pada virus yang menyebabkan polio pertama kali di temukan pada tahun 1908 oleh Karl Landsteiner.

Pada tahun 2016 lalu, wabah ini menjangkit 42 orang, sementara pada tahun 1988 tercatat sekitar 350 ribu kasus. Penyakit ini sering terjadi pada kaki tetapi kadang-kadang terjadi pada otot-otot kepala, leher dan bagian perut atau diafragma.

Beruntung pada tahun 1950, Jonas Salk pertama kali menemukan vaksin polio. Meski vaksin ini hanya dapat menyembuhkan korban yang terjangkit, kita berharap semoga para ilmuwan dapat menemukan vaksin yang dapat memusanhkan wabah polio ini.

7. Wabah Virus H1N1 (Flu Babi)

H1N1  adalah wabah virus yang disebut dengan flu babi. Virus ini pernah menjadi wabah di spanyol tahun 1918. Lalu, pada tanggal 12 April 2009 virus mematikan ini diteliti dan ditemukan di Kota Meksiko.

Menurut catatan WHO, virus ini telah menyebar ke 135 negara dan menyebabkan 94.512 orang positif serta 429 diantaranya meninggal dunia.Virus ini sudah menyebar ke negara-negara dengan luas, termasuk Indonesia. Pada tanggal 20 Juli 2009, sudah ditemukan 293 orang yang positif H1N1 terdiri dari 36 Warga Negara Asing (WNA) dan 203 Warga Negara Indonesia (WNI).

Adapun gejala yang disebabkan dari wabah ini adalah demam tinggi, batuk, pilek, letih, lesu, sakit tenggorokan dan mual,  muntah dan diare, sesak napas yang menyebabkan pneumonia hingga kematian.Sampai saat ini, belum ada obat atau vaksin yang dapat mencegah wabah virus mematikan ini.

Nah, itulah beberapa wabah virus mematikan yang pernah terjadi dunia. Semoga kita dapat terhindar dari segala penyakit. Tetap jaga kesehatan, olahraga yang rutin, serta menjaga kebersihan diri.

Admin
Admin Terima kasih telah meluangkan waktu. Share jika artikel ini bermanfaat

Tidak ada komentar untuk "Berikut 7 Wabah Mematikan di Dunia Selain Virus COVID-19"

SUBSCRIBE